Enam kesalahan perdagangan umum selama Olimpiade (dan cara menghindarinya)
Mike Smith
10/2/2026
•
0 min read
Share this post
Copy URL
Olimpiade dan Olimpiade Musim Dingin menarik perhatian global selama berminggu-minggu, menarik jutaan pemirsa dan mendominasi berita utama. Bagi para pedagang, perhatian ini sering terasa seperti katalis, namun pendorong pasar sebenarnya tetap sama: ekonomi makro, kebijakan, dan sentimen risiko global, bukan kalender olahraga.
Jadi mengapa beberapa pedagang mengatakan hasil terasa lebih lemah selama acara olahraga besar?
Seringkali terjadi kegagalan untuk beradaptasi dengan kondisi yang dapat bergeser pada margin, terutama likuiditas dan partisipasi.
1. Mengharapkan “volatilitas peristiwa”
Peristiwa global besar dapat menciptakan asumsi bahwa pasar seharusnya bergerak lebih banyak. Beberapa pedagang memposisikan posisi untuk breakout atau meningkatkan risiko untuk mengantisipasi perubahan yang lebih besar, bahkan ketika kondisi tidak mendukungnya.
Driver kunci
Di beberapa pasar dan sesi, penurunan partisipasi dapat melemahkan tindak lanjut tren
Sentimen dapat meningkatkan ekspektasi di luar apa yang diberikan aksi harga
Contoh: Seorang pedagang mengharapkan breakout selama periode upacara pembukaan Olimpiade, tetapi partisipasi regional yang rendah membatasi pergerakan harga, yang mengarah ke start yang salah.
2. Memaksa perdagangan dalam sesi tenang
Ketika aksi harga lebih lambat dan rentang terkompresi, beberapa pedagang merasakan tekanan untuk tetap aktif dan mengambil entri berkualitas rendah.
Driver kunci
Rentang intraday yang sempit dapat meningkatkan sinyal palsu
Keyakinan yang lebih rendah dapat mendukung konsolidasi daripada tren, meningkatkan risiko false-break
“Tetap terlibat” dapat mengurangi selektivitas
Takeaway: Gunakan sesi yang lebih tenang untuk menyempurnakan pengaturan atau meninjau data daripada memaksa perdagangan marjinal.
3. Mengabaikan likuiditas lebih tipis
Partisipasi dapat sedikit mereda selama acara global besar, dan dampaknya sering lebih jelas pada jangka waktu yang lebih pendek. Grafik harian mungkin terlihat normal, sementara aksi harga intraday menjadi lebih mudah dengan lebih banyak sumbu.
Driver kunci
Dalam kondisi kedalaman yang lebih rendah, harga dapat melonjak lebih mudah, dan ukuran sumbu dapat meningkat
Dalam beberapa instrumen dan sesi, likuiditas yang lebih tipis dapat bertepatan dengan spread yang lebih luas dan eksekusi yang lebih bervariasi (bervariasi menurut pasar, tempat, dan kondisi broker)
Sensitivitas jangka waktu terhadap kondisi yang lebih tipis
Tabel di atas hanya ilustratif (bervariasi menurut pasar): Grafik harian mungkin terlihat normal. Grafik lima menit bisa terasa lebih tidak menentu.
Contoh sumbu besar volume rendah
Sumber: MT5
4. Menggunakan ukuran normal dalam kondisi abnormal
Bahkan jika volatilitas keseluruhan terlihat stabil, risiko eksekusi dapat meningkat ketika likuiditas menipis, terutama untuk pendekatan jangka pendek atau gaya scalping.
Driver kunci
Selip dapat meningkat, dan berhenti mungkin “melebihi”
Kondisi tipis dapat memicu berhenti lebih mudah dalam kebisingan
Spread yang lebih luas dapat mengubah hasil masuk/keluar dibandingkan kondisi normal
Penyesuaian: Mempertahankan ukuran tetap dapat mendistorsi efektif risiko. Beberapa trader meninjau biaya transaksi, termasuk spread, dan kondisi eksekusi saat menetapkan parameter risiko seperti stops/limit, terutama dalam sesi yang lebih tipis.
5. Terobosan perdagangan dengan tindak lanjut rendah
Taktik mengikuti tren dapat goyah ketika partisipasi menurun. Momentum dapat menghilang dengan cepat, dan jeda palsu menjadi lebih umum.
Driver kunci
Aliran yang berkurang dapat membatasi gerakan terarah yang berkelanjutan
Beberapa rezim likuiditas rendah mungkin mendukung reversi berarti daripada momentum
Contoh: Terobosan rentang klasik tampak valid intraday tetapi memudar dengan cepat karena volume tindak lanjut gagal terwujud.
Contoh breakout yang gagal
Sumber: MT5
6. Mengabaikan waktu dan risiko gangguan
Tidak ada bukti yang dapat diandalkan bahwa kalender Olimpiade dapat diprediksi mendorong peristiwa geopolitik. Tetapi ketika ketegangan sudah meningkat, peristiwa global besar kadang-kadang dapat bertepatan dengan perhatian yang tersebar di tempat lain, agak mirip dengan hari libur, pemilihan umum atau KTT besar.
Pedagang harus mengidentifikasi kapan kondisinya lebih lambat atau lebih tipis dan menyesuaikannya, menyelaraskan taktik dengan risiko tindak lanjut yang berkurang dan mengkalibrasi ukuran posisi dengan realitas eksekusi. Yang terpenting, hindari memaksa perdagangan ketika tepi terbatas selama periode ini.
Meningkatkan peristiwa ekonomi
By
Mike Smith
Mike Smith (MSc, PGdipEd)
Client Education and Training
The information provided is of general nature only and does not take into account your personal objectives, financial situations or needs. Before acting on any information provided, you should consider whether the information is suitable for you and your personal circumstances and if necessary, seek appropriate professional advice. All opinions, conclusions, forecasts or recommendations are reasonably held at the time of compilation but are subject to change without notice. Past performance is not an indication of future performance. Go Markets Pty Ltd, ABN 85 081 864 039, AFSL 254963 is a CFD issuer, and trading carries significant risks and is not suitable for everyone. You do not own or have any interest in the rights to the underlying assets. You should consider the appropriateness by reviewing our TMD, FSG, PDS and other CFD legal documents to ensure you understand the risks before you invest in CFDs.
If you have been following the tech story for the last decade, you have been trained to look at a very specific, very small patch of real estate in Northern California. But as we sit here in early 2026, the "connect-the-dots" moment for investors is this: the AI trade has stopped being about shiny software demos in Palo Alto and has started being about the physical industrialisation of compute.
We have entered the "Year of Proof". The world’s largest companies, the hyperscalers, are projected to spend a staggering US$650 billion on capital expenditures this year. But here’s the part most people miss: that money is not staying in Silicon Valley. It’s flowing to the "picks and shovels" players in Idaho, Washington, Colorado and even overseas.
If you want to understand where the actual return on investment (ROI) may be landing this earnings season, you have to look outside the 650 area code. The shift from AI hype to AI industrialisation is changing the map.
The full AI stack: from capex to consulting — GO Markets
Five companies · AI infrastructure play · 2026
The full AI stack: from capex to consulting
Infrastructure builders compared to the implementation bridge across the AI value chain
Note: Hyperscalers shown as 2026 CapEx spend. Accenture shown as cumulative advanced AI bookings ($11.5B through Q1 FY2026), reflecting its role as the adoption layer rather than the infrastructure layer.
Infrastructure (2026 CapEx projected)Implementation bridge (cumulative AI bookings)
Hyperscaler CapEx: Early 2026 analyst estimates, midpoint of ranges. Amazon approx. 100% YoY, Alphabet approx. 100%, Meta approx. 87%, Microsoft approx. 50%.
Accenture: Cumulative advanced AI bookings $11.5B through Q1 FY2026. Q1 AI bookings $2.2B (up 76% YoY), AI revenue $1.1B (up 120% YoY) across 1,300+ clients.
Five companies shaping the next phase of AI
Micron Technology (MU), Boise, Idaho
Micron is the "memory backbone" of the current cycle. While everyone was watching the chip designers, many overlooked the fact that AI chips are far less useful without high-bandwidth memory (HBM). Micron is currently viewed by some analysts as a strong buy because its capacity is reportedly sold out through the end of 2026. Analysts are also eyeing a 457% jump in earnings per share (EPS) as the memory cycle reaches what some describe as a robust peak.
Microsoft (MSFT), Redmond, Washington
Microsoft is the enterprise backbone of this transition. It has moved beyond simple chatbots and is now building what analysts call "Intelligence Factories". While the stock has faced pressure recently over capacity constraints, underlying demand for Azure AI is reportedly still running ahead of capacity. The broader bull case is that Microsoft is moving into "Agentic AI", systems that do not just talk to users but may also execute multi-step business workflows.
Amazon is playing a long-term game of vertical integration. To reduce its reliance on expensive third-party hardware, it’s building its own AI chips in-house. Amazon Web Services (AWS) remains the primary driver of profitability, and the company is using its retail data to train specialised models that many Silicon Valley start-ups may struggle to replicate.
Palantir Technologies (PLTR), Denver, Colorado
If Micron provides the memory and Microsoft the platform, Palantir provides the "operating system" for the modern AI factory. The company has posted strong momentum, with US commercial sales recently growing 93% year over year. It’s often framed as a bridge between raw data and corporate profitability, which remains a key focus for investors in 2026.
Accenture (ACN), Dublin, Ireland
You cannot just "plug in" AI. Businesses often need to redesign processes around it, and that’s where Accenture comes in.
The company is viewed as an implementation bridge, with one analyst arguing that "GenAI needs Accenture" to move from pilot programs to production though the cautionary angle is that the AI story has not fully excited investors here yet because consulting revenue can take longer to show up than chip sales.
What could happen next?
The chart maps the three time horizons likely to shape the next phase of the AI industrialisation trade.
In the near term, markets are still reacting to chipmaker earnings, guidance, and any signs of capacity strain. Over the next month, attention shifts to the real-world inputs behind AI growth, especially power, financing, and infrastructure. By the 60-day window, the key question is whether AI spending is broadening into a wider market re-rating or running ahead of near-term returns.
Across all three periods, the focus is the same: proof. Investors are looking for signs that AI capital expenditure is translating into real demand for energy, land, and industrial capacity. That is why updates from companies tied to power and data centre buildout matter more than ever.
What could happen next — GO Markets
Scenario planning · March 2026
What could happen next
Three time horizons, three scenarios to watch across the AI industrialisation cycle
Next 2 weeks
Chipmaker reports
Possible
Market volatility continues as traders digest the latest reports from chipmakers like Micron
Upside scenario
"Bulletproof" guidance from remaining infrastructure names triggers a sector-wide relief rally
Watch for
Any mention of "capacity constraints" or "supply bottlenecks" in earnings calls
Next 30 days
Energy and rates
Possible
Focus shifts to "real economy" energy players like NextEra that power the data centres
Downside scenario
Rising oil prices from Middle East conflict act as a tax on tech margins, rotating into defensives
Action point
Monitor Fed language on rates. Higher for longer makes $650B capex bills far more expensive to finance
Next 60 days
The great dispersion
Possible
Market rewards companies with real AI revenue and punishes those still stuck in experimentation
Upside scenario
NextEra Energy (NEE) data centre announcements in late April/May trigger a utility renaissance rally
Downside scenario
An "air pocket" in profits occurs where debt-funded investment outpaces revenue gains
Watch
May reports from Texas Pacific Land (TPL) — is data centre land demand still "red hot"?
Action point
Review your portfolio for geographic diversity. The AI story is now a global power race
The psychological trap
The emotional trap many traders fall into right now is recency bias. You have seen NVIDIA and the "Magnificent 7" win for so long that it feels like they are the only way to play this. But the "obvious" trade is often the one that has already been priced in. Before acting, ask yourself: "Am I buying this stock because I understand its role in the physical AI supply chain, or because I’m afraid of missing the next leg of a rally that started two years ago?"
Disclaimer: This content is general information only and should not be relied on as personal financial advice or a recommendation to buy, sell, or hold any financial product. References to companies or themes, including AI-related stocks, are illustrative only. Share and derivative markets can move sharply, and concentrated sectors such as AI and technology may experience elevated volatility, valuation risk, and liquidity risk. If you trade derivatives such as CFDs, leverage can magnify both gains and losses. Past performance is not a reliable indicator of future performance.
Setelah tiga tahun berturut-turut di mana nama-nama yang terkait dengan AI mega-cap membawa Nasdaq, campuran pemenang mungkin mulai berubah.
Tahun 2026 adalah tahun “tunjukkan uang”. Ada sedikit keraguan tentang apakah perusahaan teknologi benar untuk menghabiskan hampir US $700 miliar pada AI tahun lalu dapat berdampak besar pada sentimen pasar.
Fakta singkat
Capex AI global diproyeksikan melebihi US $600 miliar pada tahun 2026.
Total addressable market (TAM) untuk sistem pusat data AI diperkirakan melebihi US $1,2 triliun pada tahun 2030.
Nvidia, Microsoft dan TSMC semuanya diperdagangkan di bawah perkiraan nilai wajar analis, meskipun pendapatan melonjak.
Divisi chip AI Broadcom menargetkan pendapatan AI sebesar US$100 miliar pada tahun 2027.
Apa yang mendorong perdagangan AI?
Beberapa kekuatan makro kemungkinan akan mendukung tema investasi AI hingga 2026. Arah suku bunga AS, skala pengeluaran infrastruktur AI dan latar belakang geopolitik semuanya mungkin penting.
Tarif dan valuasi
Federal Reserve memberikan penurunan suku bunga 75 basis poin (bps) pada tahun 2025, dan pasar memperkirakan 50 bps lagi pada 2026. Tarif yang lebih rendah dapat mengurangi diskon yang diterapkan pada pendapatan teknologi di masa depan dan biasanya mendukung pertumbuhan saham, termasuk nama yang terkait dengan AI.
Pengeluaran infrastruktur dan ekspektasi pendapatan
Di sisi pengeluaran, Nvidia CEO Jensen Huang mengatakan operator pusat data dapat menghabiskan hingga US $4 triliun per tahun pada tahun 2030, dan belanja modal AI diproyeksikan mencapai US $571 miliar pada tahun 2026 saja.
Namun, pasar tampaknya telah memperkirakan sebagian besar optimisme ini. Analis memproyeksikan pertumbuhan laba per saham (EPS) tahunan sebesar 14% hingga 16% pada tahun 2026. Itu akan mengharuskan saham S&P 500 di luar Magnificent 7 untuk kira-kira menggandakan laju pertumbuhan pendapatan yang tercatat pada tahun 2025.
Geopolitik dan kontrol ekspor
Geopolitik juga bisa membentuk prospek. Kontrol ekspor AS-China pada chip AI, bersama dengan berkurangnya akses ke pembeli internasional utama, dapat membebani proyeksi pertumbuhan pusat data.
Nvidia tetap menjadi ekspresi paling jelas dari perdagangan AI. Ini memiliki parit ekonomi yang luas berkat kepemimpinan pasarnya dalam GPU, perangkat keras, perangkat lunak, dan alat jaringan.
Goldman Sachs dan Morgan Stanley keduanya membawa target harga mendekati $250 di NVDA, dengan panggilan Goldman didasarkan pada perkiraan pendapatan 2027 lebih dari $380 miliar. Bank of America berada di kamp $275, secara efektif memberi harga lebih banyak kenaikan AI pada pendapatan 2027.
Pada 21,6 kali laba ke depan, Nvidia sekarang diperdagangkan di bawah kelipatan S&P 500 yang lebih luas. Risiko utama termasuk hambatan dari pembatasan ekspor AS-China dan pelemahan dalam panduan belanja modal pusat data dari penyedia cloud utama.
Microsoft (MSFT)
Microsoft turun sekitar 25% dari level tertinggi sepanjang masa. Selama kuartal kedua tahun fiskal 2026, pendapatan Azure meningkat 39% dari tahun ke tahun, dan perusahaan memiliki backlog penggunaan kontrak senilai US$625 miliar yang masih akan datang.
Kesenjangan antara kinerja saham baru-baru ini dan pertumbuhan pendapatan yang mendasarinya telah menarik perhatian para analis, meskipun peningkatan valuasi di sektor teknologi yang lebih luas tetap menjadi risiko untuk diperhatikan.
Sementara Nvidia membuat GPU tujuan luas, Broadcom memenangkan bisnis dengan melakukan yang dipesan lebih dahulu, merancang chip AI khusus yang disesuaikan secara khusus untuk kebutuhan hyperscaler individu seperti Google dan Meta.
Selama Q1 FY2026, divisi semikonduktor AI Broadcom tumbuh dengan kecepatan 106% menjadi US $8,4 miliar, dan pada akhir 2027 ia memperkirakan pendapatan chip AI-nya mencapai lebih dari US $100 miliar.
Broadcom diperdagangkan dengan premi yang signifikan ke pasar yang lebih luas, yang dapat memperkuat penurunan apa pun jika ekspektasi pertumbuhan tidak terpenuhi.
TSMC (TSM)
Hampir setiap chip AI utama diproduksi oleh TSMC. Perusahaan ini memegang sekitar 70% pangsa pasar di pengecoran chip, menjadikannya satu-satunya bagian infrastruktur paling penting di seluruh rantai pasokan AI.
Penjualan TSMC diproyeksikan meningkat 30% pada tahun 2026, dengan margin kotor diperkirakan akan tetap di atas 60% karena kapasitas fabrikasi baru mulai online.
Risiko utamanya adalah geopolitik: setiap eskalasi dalam ketegangan Selat Taiwan dapat membebani saham terlepas dari fundamental yang mendasarinya.
Vertiv (VRT)
Kurang menonjol dibandingkan raksasa semikonduktor, Vertiv menyediakan manajemen daya, pendinginan, dan infrastruktur pusat data yang membuat perangkat keras AI tetap berjalan.
Nvidia, Broadcom, dan Vertiv berada di titik yang berbeda dalam pembangunan AI, termasuk komputasi, silikon khusus, jaringan, dan infrastruktur fisik.
Pendapatan Vertiv terkait dengan capex AI secara keseluruhan daripada pembuat chip tunggal mana pun, yang memberikan profil risiko yang berbeda dengan nama-nama di atas.
Corning (GLW)
Saham Corning naik 84% pada tahun 2025 berkat lonjakan permintaan dari pusat data untuk kabel serat optiknya. Segmen komunikasi optiknya telah tumbuh 69% YoY.
Pada rasio Price-to-Earnings (P/E) sekitar 37x, Corning berdagang dengan diskon ke Nvidia dan Broadcom sambil tetap membawa eksposur langsung ke pengeluaran infrastruktur AI. Namun, penilaiannya sangat bergantung pada capex lanjutan dari hyperscalers utama.
Melatih model AI skala besar sangat padat energi. Fasilitas pusat data AI 1 gigawatt yang khas membutuhkan lebih dari US $60 miliar dalam pengeluaran modal, dengan kira-kira setengahnya langsung ke perangkat keras.Utilitas yang terpapar permintaan daya pusat data juga dapat dipengaruhi oleh pembangunan AI.
Limbah internasional
Kospi Korea Selatan melonjak 76% pada tahun 2025 karena pembuat chip terkait AI seperti SK Hynix. Topix Jepang, DAX Jerman, dan FTSE 100 Inggris juga mengalami kenaikan lebih dari 20%. Pemasok memori Kioxia adalah saham berkinerja terbaik di dunia, melonjak 540%.
Infrastruktur pusat data
Perusahaan seperti Emcor, yang menyediakan infrastruktur listrik, HVAC, dan daya kritis ke pusat data, melaporkan backlog kontraknya melonjak 29% dari tahun ke tahun ke tahun ke rekor US $12,6 miliar.Perusahaan-perusahaan ini dapat menawarkan eksposur yang berbeda terhadap siklus capex AI, tetapi mereka membawa risiko eksekusi, backlog, margin, dan penilaian mereka sendiri.
Broadcom diperdagangkan dengan pendapatan sekitar 50x dan AMD pada 56x. Setiap kekecewaan dalam panduan ke depan dapat memicu kontraksi tajam dalam kelipatan.
Tes pengembalian investasi
Perusahaan berinvestasi hari ini dengan asumsi bahwa aplikasi bisnis AI yang sangat menguntungkan akan muncul seiring waktu. Jika waktu atau skala pengembalian tersebut mengecewakan, perdagangan AI dapat menghadapi kemunduran.
Konsentrasi indeks
10 saham terbesar di S&P 500 menyumbang sekitar 40% dari total nilai indeks. Rotasi keluar dari teknologi mega-cap dapat secara tidak proporsional mempengaruhi indeks luas.
Gangguan efisiensi
DeepSeek China baru-baru ini menerbitkan penelitian yang menunjukkan model bahasa besar dapat dikembangkan lebih efisien daripada yang diasumsikan sebelumnya. Jika AI dapat dibangun dengan komputasi yang lebih sedikit, permintaan untuk GPU dan perangkat keras pusat data bisa kurang dari perkiraan saat ini.
Intinya untuk pedagang
Perdagangan AI sedang matang tetapi jauh dari selesai. 2026 membentuk menjadi babak yang lebih bernuansa, menyebar ke seluruh rantai nilai AI.
Musim pendapatan AS akan diawasi ketat untuk bukti bahwa ratusan miliar yang dituangkan ke dalam infrastruktur AI mulai menghasilkan pengembalian yang diantisipasi.
Amerika Latin mencatat $730 miliar dalam volume crypto pada tahun 2025. Di seluruh wilayah, 57,7 juta orang sekarang memiliki beberapa bentuk peringkat mata uang digital slatam, basis yang tumbuh lebih cepat daripada tempat lain di dunia
Ketika modal institusional tiba dan regulasi matang, ini adalah nama-nama yang diperdagangkan secara publik yang paling dekat diperhatikan investor.
Perbankan digital · 127 juta pengguna di Brasil, Meksiko, dan Kolombia
Nubank bisa menjadi salah satu proxy yang paling terdaftar langsung untuk ledakan fintech dan crypto LATAM. Perusahaan mengintegrasikan perdagangan cryptocurrency langsung ke aplikasi Nu-nya dan bermitra dengan Lightspark untuk menanamkan Bitcoin Lightning Network untuk transaksi Bitcoin yang lebih cepat dan lebih hemat biaya.
Pada Q3 2025, pendapatan melonjak 42% tahun-ke-tahun menjadi $4.17 miliar, deposito pelanggan naik 37% menjadi $38,8 miliar, dan laba kotor naik 35% menjadi $1.81 miliar.
Saham telah kembali sekitar 36% selama setahun terakhir dan tiga kali lipat pengembalian S & P 500 selama tiga tahun terakhir. Perusahaan ini mendominasi Brasil, dengan lebih dari 60% populasi orang dewasa menggunakan Nubank.
Nu Holdings juga baru-baru ini mendapatkan persetujuan bersyarat untuk meluncurkan Nubank N.A., bank digital nasional AS.Namun, pengumuman tersebut memicu kemunduran, dengan investor berhati-hati tentang jadwal penyebaran modal dan biaya ekspansi.
UBS telah menurunkan target harganya menjadi $17,20, mengutip beberapa kehati-hatian pasar meskipun ada perubahan operasional yang positif.
Apa yang harus ditonton
Tren kualitas kredit di Brasil dan Meksiko.
Laju adopsi USDC melalui hadiah Nubank.
Garis waktu piagam bank AS dan pengungkapan biaya awal.
2. Pasar Libre (NASDAQ: MELI)
E-Commerce/Fintech · 18 negara di seluruh Amerika Latin
MercadoLibre bukanlah permainan kripto murni, tetapi Mercado Pago (cabang fintech-nya) telah menjadi salah satu rel keuangan terpenting di LATAM. Perusahaan memegang sekitar 570 BTC di neraca sebagai lindung nilai terhadap inflasi regional, dan telah mengeluarkan stablecoin yang dipatok dolar AS sendiri, Meli Dólar.
Pendapatan bersih tahun 2025 dari Mercado Pago mencapai $12.6 miliar, naik 46% tahun-ke-tahun, sementara total volume pembayaran mencapai $278 miliar, naik 41%. Pengguna aktif bulanan fintech telah tumbuh mendekati 30% selama sepuluh kuartal berturut-turut, dan portofolio kredit hampir dua kali lipat menjadi $12,5 miliar tahun-ke-tahun.
Tangkapan untuk MercadoLibre adalah profitabilitas. Kompresi margin keseluruhan sebesar 5-6% dikaitkan dengan investasi terus-menerus dalam pengiriman gratis, ekspansi kartu kredit, perdagangan pihak pertama, dan perdagangan lintas batas.
Saham telah turun sekitar 14,5% selama enam bulan terakhir, dengan pasar menetapkan harga ulang saham di sekitar apa yang telah dibingkai manajemen sebagai fase investasi yang disengaja menuju 2026.
Kasus jangka panjang tetap menarik. Mercado Pago telah memperkenalkan manajemen aset kripto dan produk asuransi di pasar intinya, memposisikannya kurang sebagai perusahaan e-commerce dan lebih sebagai bank digital skala penuh dengan infrastruktur kripto bawaan.
Apa yang harus ditonton
Tren kerugian pinjaman Mercado Pago dan kualitas portofolio kredit.
Integrasi stablecoin dan volume kripto melalui jaringan pembayarannya.
Apakah peluncuran kartu kredit Argentina dapat mencapai profitabilitas.
Perbendaharaan Fintech/Bitcoin · Perusahaan perbendaharaan Bitcoin pertama yang terdaftar di Brasil
Méliuz adalah ekspresi ekuitas paling langsung dari tren perbendaharaan Bitcoin perusahaan di LATAM. Pada awal 2025, Méliuz menjadi perusahaan publik pertama di Amerika Latin yang secara resmi mengadopsi strategi perbendaharaan Bitcoin, menerima persetujuan pemegang saham untuk mengalokasikan cadangan kas menuju akumulasi Bitcoin.
Alih-alih mengeluarkan utang berdenominasi dolar murah untuk membeli BTC, Méliuz menggunakan penerbitan saham dan arus kas operasional. Perusahaan juga menjual opsi put yang dijamin tunai pada Bitcoin untuk menghasilkan hasil, pedoman yang dipinjam dari perusahaan perbendaharaan Bitcoin Jepang Metaplanet, menyimpan 80% kepemilikan BTC di cold storage
CASH3 pada dasarnya bertindak sebagai kendaraan leverage untuk eksposur BTC, menangkap kenaikan secara intens dalam siklus kenaikan, tetapi menghasilkan volatilitas yang lebih besar dalam perjalanan turun, terutama di mana hutang terlibat.
Saham melonjak sekitar 170% pada Mei 2025 menyusul pengumuman strategi Bitcoin.Namun, sejak itu telah mundur ke level April 2025, secara luas melacak aksi harga Bitcoin dan menyoroti volatilitas saham.
Apa yang harus ditonton
Arah harga Bitcoin.
Metrik BTC per saham.
Perluasan strategi pembangkitan hasil
Setiap langkah untuk mendaftarkan saham secara internasional.
Perbendaharaan Bitcoin murni · Pemegang Bitcoin perusahaan terbesar LATAM
Di mana Méliuz adalah bisnis fintech yang juga memegang Bitcoin, OranjeBTC adalah kebalikannya: sebuah perusahaan yang seluruh tujuannya adalah akumulasi Bitcoin.
Perusahaan terdaftar di B3 pada Oktober 2025 melalui merger terbalik dengan perusahaan pendidikan Intergraus, menandai debut publik pertama Brasil dari sebuah perusahaan yang model bisnisnya berpusat sepenuhnya pada akumulasi Bitcoin.
OranjeBTC saat ini memegang lebih dari 3.650 BTC dan mengumpulkan hampir $385 juta dalam Bitcoin, dengan dukungan dari investor terkenal termasuk Winklevoss bersaudara, Adam Back, FalconX, dan Ricardo Salinas.
Putaran pembiayaan senilai $210 juta dipimpin oleh Itaú BBA, cabang investasi bank terbesar Brasil, dalam pemungutan suara kepercayaan institusional yang signifikan.
Pada tahun 2026, OBTC3 telah jatuh sekitar 32% tahun-ke-saat ini, menjadikannya yang paling terpukul dari dua saham perbendaharaan Bitcoin Brasil.Saham mencapai level tertinggi sepanjang masa di 29,00 BRL pada hari pencatatannya (7 Oktober 2025) dan terendah sepanjang masa di 6,06 BRL pada Februari 2026.
Saat ini diperdagangkan sekitar 7.06 BRL, diskon besar untuk debutnya, tetapi yang sangat mencerminkan kemunduran Bitcoin sendiri dari level puncak.
OranjeBTC adalah nama yang paling tidak stabil dalam daftar ini dan harus diperlakukan sebagai kendaraan Bitcoin beta tinggi. Likuiditas lebih tipis dari nama yang sudah mapan.
Apa yang harus ditonton
Lintasan Bitcoin per saham.
Setiap kenaikan modal atau pembelian BTC baru.
Potensi ambisi pencatatan internasional.
Bagaimana diskon/premi nilai aset bersih nilai pasar (MNav) berkembang relatif terhadap harga Bitcoin.
5. Hashdex — HASH11 (B3: HASH11)
Manajemen Aset Crypto · Penerbit ETF kripto terkemuka di Brasil
Hashdex menawarkan jenis paparan kripto yang berbeda. Alih-alih neraca perusahaan atau strategi bisnis tunggal, HASH11 adalah sekeranjang aset kripto yang terdiversifikasi yang dibungkus dalam keakraban struktur ETF Brasil yang diatur.
Brasil menjadi tuan rumah 22 ETF yang menawarkan eksposur penuh atau sebagian ke aset kripto, dengan dana Hashdex menarik 180.000 investor dan volume transaksi harian rata-rata R$50 juta.
Hashdex meluncurkan XRP ETF spot pertama di dunia (XRPH11) di B3 Brasil pada April 2025, melacak Indeks Harga Referensi Nasdaq XRP dan mengalokasikan setidaknya 95% aset bersih ke XRP.
Perusahaan juga mengoperasikan ETF aset tunggal untuk Bitcoin (BITH11), Ethereum (ETHE11) dan Solana (SOLH11), bersama dana indeks multi-aset andalannya HASH11.
Pada pertengahan 2025, Hashdex meluncurkan Bitcoin/Gold ETF hibrida (GBTC11) yang secara dinamis menyesuaikan alokasi antara dua aset.
Bagi investor yang menginginkan eksposur pasar kripto yang terdiversifikasi daripada risiko aset tunggal, HASH11 adalah jalur yang paling mudah diakses melalui infrastruktur ekuitas yang diatur Brasil.
Namun, sebagai indeks kripto multi-aset, HASH11 masih tunduk pada kinerja pasar aset digital yang luas. Dan tidak seperti nama ekuitas dalam daftar ini, tidak ada bisnis operasi yang menciptakan nilai independen.
Apa yang harus ditonton
Sentimen pasar Crypto secara luas.
Potensi ekspansi produk Hashdex ke pasar AS.
Pertumbuhan AUM seiring percepatan adopsi institusional di Brasil.
Kinerja relatif HASH11 vs alternatif aset tunggal.
Infrastruktur institusional masih dalam babak awal — Grup Keuangan Crypto Deutsche Börse memasuki LATAM pada awal 2026, dan bursa lokal telah membuka lebih dari 200 pasangan perdagangan berdenominasi BRL sejak 2024. Kecepatan pembangunan itu akan mengatur nada untuk kelima nama.
Kemajuan regulasi di Brasil, Meksiko, dan Chili adalah pendorong utama untuk gelombang modal berikutnya. Kemunduran apa pun akan menghantam nama-nama beta yang lebih tinggi seperti OBTC3 dan CASH3 paling keras.
Volume stablecoin adalah sinyal real-time paling andal di kawasan ini. Meskipun terjadi perlambatan global pada awal 2025, LATAM masih mencatat volume perdagangan $16.2 miliar antara Januari dan Mei, naik 42% tahun-ke-tahun. Perhatikan apakah momentum itu bertahan — akselerasi ulang mengangkat kelima; pembalikan menekan mereka secara merata.
Minggu lalu sama konsekuensinya seperti yang diiklankan. RBA naik, The Fed bertahan, dan pasar hampir tidak punya waktu untuk memprosesnya sebelum laporan muncul bahwa Israel telah menyerang ladang gas South Pars Iran.
Minggu depan membawa lebih sedikit keputusan bank sentral, tetapi mungkin sama pentingnya bagi pasar. Flash PMI akan menawarkan bacaan luas pertama tentang apakah perang sudah muncul dalam kepercayaan bisnis. CPI Februari Australia adalah titik data domestik yang paling penting untuk langkah RBA berikutnya. Dan pasar minyak tetap menjadi variabel makro yang dominan.
Fakta singkat
Minyak mentah Brent melonjak di atas $110 per barel setelah Israel menyerang ladang gas South Pars Iran untuk pertama kalinya.
Flash PMI untuk Australia, Jepang, zona euro, Inggris, dan AS semuanya mendarat pada hari Selasa.
CPI Februari Australia mendarat pada hari Rabu, inflasi pertama yang dibaca sejak kenaikan RBA berturut-turut.
Minyak: Dari krisis ke darurat
Situasi minyak memburuk secara signifikan minggu lalu. Minyak mentah Brent sekarang telah melonjak sekitar 80% sejak perang dimulai pada 28 Februari.
Serangan 18 Maret di ladang gas South Pars Iran adalah pertama kalinya infrastruktur hulu minyak dan gas menjadi sasaran.
Iran menanggapi serangan itu dengan mengancam akan menargetkan fasilitas di seluruh Arab Saudi, UEA dan Qatar. Jika salah satu dari ancaman ini dieksekusi, guncangan minyak global akan meningkat dari gangguan pasokan menjadi serangan langsung terhadap kapasitas produksi kawasan.
Analis sekarang mengatakan $150 Brent dapat dicapai dan $200 tidak di luar ranah kemungkinan. Embargo minyak Arab tahun 1970-an mengakibatkan kenaikan harga empat kali lipat, dan guncangan saat ini sudah dijelaskan dalam istilah itu oleh para eksekutif energi senior.
Untuk pasar minggu ini, minyak adalah variabel dominan. Setiap sinyal gencatan senjata, kemajuan diplomatik atau dilanjutkan pengiriman Hormuz kemungkinan dapat memicu koreksi harga minyak. Setiap serangan Iran terhadap infrastruktur Teluk dapat membuat mereka lebih tinggi.
Memantau
Nomor transit kapal harian melalui Selat Hormuz.
Pembalasan Iran terhadap infrastruktur Teluk, serangan terhadap fasilitas Saudi atau UEA akan menjadi eskalasi besar.
Kapan dan bagaimana cadangan IEA Amerika dan Eropa mencapai pasar.
Gangguan South Pars Qatar mempengaruhi pasar LNG Eropa.
Pernyataan Trump yang dapat menyebabkan pergerakan harga minyak intraday.
Global Flash PMI: Bacaan pertama tentang ekonomi yang sedang berperang
Selasa memberikan perkiraan S&P Global flash PMI untuk bulan Maret di setiap ekonomi utama secara bersamaan.
Ini akan menjadi kumpulan data pertama untuk menangkap bagaimana produsen dan perusahaan jasa menanggapi minyak $100+, blokade Selat Hormuz, dan ketidakpastian yang lebih luas yang diciptakan oleh perang di Timur Tengah.
Pertanyaan kunci untuk setiap ekonomi adalah apakah lonjakan harga minyak dan ketidakpastian perang telah merusak kepercayaan bisnis, menekan pesanan baru atau mendorong indeks harga input ke level tertinggi multi-tahun baru.
Mengingat bahwa minyak melewati $100 sebelum jendela survei ditutup untuk sebagian besar ekonomi, pembacaan biaya input dapat meningkat secara signifikan.
Tanggal utama
S&P Global Flash Australia PMI: Selasa 24 Maret, 09.00 AEDT
S&P Global Flash PMI Jepang: Selasa 24 Maret, 11.30 AEDT
Indeks PMI HSBC Flash Indonesia: Selasa, 24 Maret, 16:00 AEDT
HCOB Flash Perancis PMI: Selasa 24 Maret, 19:15 AEDT
HCOB Flash Jerman PMI: Selasa 24 Maret, 19:30 AEDT
HCOB Flash PMI Zona Euro: Selasa 24 Maret, 20:00 AEDT
S&P Global Flash PMI Inggris: Selasa 24 Maret, 20:30 AEDT
S&P Global Flash PMI AS: Rabu, 25 Maret, 00.45 AEDT
Memantau
Komponen harga input untuk setiap tertinggi multi-tahun di seluruh manufaktur dan layanan.
Indeks kepercayaan bisnis untuk seberapa besar kejutan perang telah mengurangi ekspektasi ke depan.
Pesanan baru sebagai indikator untuk output masa depan; penurunan tajam dapat menandakan kehancuran permintaan sedang berlangsung.
PMI gabungan AS: sudah menjadi yang terlemah dari ekonomi utama pada bulan Februari, pembacaan lunak lainnya dapat meningkatkan lonceng alarm pertumbuhan.
RBA naik untuk pertemuan kedua berturut-turut pada 17 Maret, mengangkat suku bunga menjadi 4.10% dalam suara sempit 5-4.
Gubernur Bullock menggambarkannya sebagai “diskusi yang sangat aktif” di mana arah kebijakan tidak dipertanyakan, hanya waktunya.
Minggu ini akan melihat rilis CPI Februari sebagai bacaan pertama untuk menangkap kejutan minyak apa pun. Rata-rata yang dipangkas, yang menghilangkan barang-barang yang mudah menguap termasuk bahan bakar, akan menjadi angka yang paling diperhatikan RBA. Angka di atas 3,5% dapat memperkuat kasus kenaikan bulan Mei. Hasil yang lebih lembut dapat menghidupkan kembali argumen untuk jeda.
ANZ dan NAB sama-sama menyatakan ekspektasi kenaikan ketiga pada bulan Mei, membawa suku bunga tunai menjadi 4.35%.
Tanggal utama
Indeks Harga Konsumen ABS (IHK): Rabu, 25 Maret, 11.30 AEDT
Memantau
Inflasi rata-rata yang dipangkas sebagai ukuran pilihan RBA.
Komponen bahan bakar dan energi yang dapat memisahkan guncangan minyak dari tekanan harga domestik.
Inflasi perumahan dan jasa sebagai komponen lengket yang mendorong kekhawatiran jangka panjang RBA.
Asia mendominasi pasokan semikonduktor global. Lima perusahaan, yang mencakup Taiwan, Korea Selatan, dan Jepang, berada di titik kritis Pembangunan AI, mengendalikan segala sesuatu mulai dari fabrikasi hingga peralatan yang memungkinkan chip.
Fakta singkat
TSMC menghasilkan pendapatan $90 miliar pada tahun 2024, dengan margin kotor 59% dan saham naik 55% pada tahun 2025.
Saham Advantest berlipat ganda (+102%) pada tahun 2025 karena permintaan pengujian chip yang digerakkan oleh AI melonjak.
SK Hynix adalah pemasok HBM utama Nvidia, memposisikannya di pusat ledakan akselerator AI.
1. Perusahaan Manufaktur Semikonduktor Taiwan (TSM)
TSMC adalah produsen chip kontrak terbesar di dunia, memproduksi semikonduktor canggih untuk Apple, Nvidia, AMD, dan Qualcomm. Sebagai pengecoran murni, ia memimpin dalam produksi chip 5-nanometer (5nm) dan 3-nanometer (3nm), dengan node yang lebih kecil dalam pengembangan.
Perusahaan membukukan pendapatan $90 miliar untuk tahun 2024 dengan margin kotor 59% dan pengembalian ekuitas 36%.
Saham memberikan pengembalian total 55% pada tahun 2025, dengan analis memperkirakan peningkatan pendapatan lebih lanjut ~ 30% pada tahun 2026, didukung oleh program ekspansi AS senilai $100 miliar.
Risiko utama bagi perusahaan adalah eksposur geopolitiknya, dengan ketegangan Selat Taiwan tetap menjadi risiko ekor yang paling banyak diawasi di sektor ini.
Apa yang harus ditonton
Kemajuan ekspansi AS: Setiap penundaan, ledakan biaya, atau gesekan politik terkait investasi TSMC di Arizona senilai $100 miliar dapat membebani sentimen.
Visibilitas pesanan pelanggan: Perhatikan pembaruan panduan dari Apple, Nvidia, atau AMD tentang pesanan chip, karena pendapatan TSMC sangat terkonsentrasi di antara segelintir klien.
Perkembangan geopolitikSetiap eskalasi ketegangan Selat Taiwan dapat memicu pergerakan tajam terlepas dari fundamental.
Jalan simpul berikutnya: Kemajuan pada produksi 2nm dan tingkat hasil akan menjadi sinyal kunci bagi kemampuan TSMC untuk mempertahankan keunggulan teknologinya.
2. Samsung Elektronik (KR:005930)
Samsung adalah salah satu dari sedikit perusahaan di seluruh dunia yang merancang dan membuat chip dalam skala besar. Ini bersaing di segmen DRAM, NAND flash, dan chip logika, dan tetap menjadi pemasok inti untuk raksasa teknologi global.
Cakupan luas Samsung adalah kekuatan, tetapi juga kompleksitas. Divisi memorinya menghadapi tekanan margin dari siklus inventaris, sementara bisnis pengecorannya terus tertinggal TSMC dalam hasil terdepan.
Ledakan memori yang digerakkan oleh AI dapat memberikan angin belakang, meskipun eksekusi dalam produksi HBM lebih lambat daripada saingan lokal SK Hynix.
Apa yang harus ditonton
Kemajuan kualifikasi HBM: Samsung telah bekerja untuk memenuhi syarat chip HBM3E-nya dengan Nvidia. Setiap konfirmasi dari kemenangan pasokan besar bisa menjadi katalis yang berarti.
Tren harga memoriHarga spot DRAM dan NAND bisa menjadi indikator lintasan margin Samsung.
Peningkatan hasil pengecoranBisnis pengecoran logika Samsung telah berjuang dengan hasil di node tingkat lanjut; setiap kemajuan yang kredibel di sini dapat menilai ulang divisi.
Bimbingan manajemenSetelah periode volatilitas pendapatan, kejelasan tentang rencana capex dan target divisi pada hasil yang akan datang akan diawasi dengan cermat.
Advantest yang berbasis di Tokyo membuat peralatan pengujian yang digunakan untuk memverifikasi chip memenuhi standar kinerja dan kualitas.
Ini memasok ke Samsung, Intel, Nvidia, Qualcomm, dan Texas Instruments, memungkinkannya untuk mendapatkan keuntungan dari pertumbuhan industri chip secara luas, terlepas dari pengecoran mana yang memenangkan pangsa pasar.
Saham Advantest berlipat ganda pada tahun 2025 (+102%), dan menaikkan perkiraan penjualannya sebesar 21.8% dan perkiraan pendapatan sebesar 70.6% untuk tahun yang berakhir Maret 2026.
Apa yang harus ditonton
Pembaruan backlog pesanan: Setiap kontraksi dalam backlog Advantest bisa menjadi tanda peringatan dini setelah kinerja tahun 2025 yang kuat.
Permintaan pengujian chip AI: Ketika chip tumbuh lebih kompleks, waktu pengujian per chip meningkat. Pantau apakah volume akselerator AI dari TSMC dan Samsung mulai mendorong permintaan pengujian yang luar biasa.
Panduan FY2026: Pembaruan perkiraan berikutnya akan sangat penting dalam mengkonfirmasi apakah siklus peningkatan 2025 harus berjalan lebih lanjut.
Tokyo Electron adalah salah satu pemasok peralatan produksi semikonduktor terbesar di dunia, yang mengkhususkan diri dalam alat pengendapan, etsa, dan pembersih.
Setiap pembuat chip utama, termasuk TSMC, Samsung, dan SK Hynix, bergantung pada sistem TEL untuk meningkatkan produksi.
Ketika pembuat chip menginvestasikan miliaran untuk memperluas kapasitas, buku pesanan TEL tumbuh. Risikonya terletak pada potensi pembatasan ekspor AS pada penjualan peralatan canggih ke China, yang tetap menjadi salah satu segmen pendapatan utama bagi perusahaan.
Apa yang harus ditonton
Kebijakan kontrol ekspor ASChina menyumbang sebagian besar pendapatan TEL. Setiap pengetatan aturan ekspor peralatan adalah risiko paling langsung untuk diperhatikan.
Pengumuman capex pembuat chip: Rencana belanja modal TSMC, Samsung, dan SK Hynix untuk tahun 2026 secara langsung diterjemahkan ke dalam pesanan peralatan. Setiap pemotongan dapat mengalir ke buku pesanan TEL.
Siklus adopsi alat baru: Pantau apakah alat deposisi dan etsa TEL generasi berikutnya sedang diadopsi di pabrik-pabrik terdepan.
5. SK Hynix (KR: 000660)
SK Hynix adalah pembuat chip memori terbesar kedua di dunia dan telah muncul sebagai penerima manfaat era AI paling jelas di ruang memori.
Ini adalah pemasok utama chip High Bandwidth Memory (HBM) Nvidia, memori khusus yang digunakan dalam akselerator AI seperti H100 dan B200.
Permintaan HBM telah mendorong penilaian ulang yang dramatis terhadap profil pendapatan dan posisi pasar SK Hynix. Dengan pengeluaran infrastruktur AI yang menunjukkan sedikit tanda melambat menuju 2026, waralaba HBM perusahaan dapat tetap menjadi pembeda utama.
Namun, kendala kapasitas dan risiko Samsung dan Micron menutup kesenjangan HBM adalah perhatian utama yang harus diperhatikan.
Apa yang harus ditonton
Hubungan pasokan Nvidia: Setiap pergeseran dalam campuran pemasok Nvidia ke arah Samsung atau Micron bisa menjadi peristiwa risiko utama.
Pengembangan HBM4: Perlombaan menuju HBM generasi berikutnya sudah berlangsung. Perhatikan pembaruan tentang kesiapan HBM4 SK Hynix dan apakah ia dapat mempertahankan keunggulannya.
Harga memori konvensional: SK Hynix masih memperoleh pendapatan yang berarti dari DRAM standar dan NAND. Tren harga spot bisa menjadi ukuran siklus memori yang lebih luas.
Intinya
TSMC, SK Hynix, Samsung, Advantest, dan Tokyo Electron secara kolektif mengendalikan chokepoint dari pembangunan AI.
Peningkatan yang diharapkan dalam infrastruktur AI dapat mendukung permintaan, tetapi investor harus mempertimbangkan risiko dengan hati-hati.
Eksposur geopolitik, pembatasan ekspor AS, dan laju persaingan HBM semuanya bisa menggerakkan jarum.
If you have been following the tech story for the last decade, you have been trained to look at a very specific, very small patch of real estate in Northern California. But as we sit here in early 2026, the "connect-the-dots" moment for investors is this: the AI trade has stopped being about shiny software demos in Palo Alto and has started being about the physical industrialisation of compute.
We have entered the "Year of Proof". The world’s largest companies, the hyperscalers, are projected to spend a staggering US$650 billion on capital expenditures this year. But here’s the part most people miss: that money is not staying in Silicon Valley. It’s flowing to the "picks and shovels" players in Idaho, Washington, Colorado and even overseas.
If you want to understand where the actual return on investment (ROI) may be landing this earnings season, you have to look outside the 650 area code. The shift from AI hype to AI industrialisation is changing the map.
The full AI stack: from capex to consulting — GO Markets
Five companies · AI infrastructure play · 2026
The full AI stack: from capex to consulting
Infrastructure builders compared to the implementation bridge across the AI value chain
Note: Hyperscalers shown as 2026 CapEx spend. Accenture shown as cumulative advanced AI bookings ($11.5B through Q1 FY2026), reflecting its role as the adoption layer rather than the infrastructure layer.
Infrastructure (2026 CapEx projected)Implementation bridge (cumulative AI bookings)
Hyperscaler CapEx: Early 2026 analyst estimates, midpoint of ranges. Amazon approx. 100% YoY, Alphabet approx. 100%, Meta approx. 87%, Microsoft approx. 50%.
Accenture: Cumulative advanced AI bookings $11.5B through Q1 FY2026. Q1 AI bookings $2.2B (up 76% YoY), AI revenue $1.1B (up 120% YoY) across 1,300+ clients.
Five companies shaping the next phase of AI
Micron Technology (MU), Boise, Idaho
Micron is the "memory backbone" of the current cycle. While everyone was watching the chip designers, many overlooked the fact that AI chips are far less useful without high-bandwidth memory (HBM). Micron is currently viewed by some analysts as a strong buy because its capacity is reportedly sold out through the end of 2026. Analysts are also eyeing a 457% jump in earnings per share (EPS) as the memory cycle reaches what some describe as a robust peak.
Microsoft (MSFT), Redmond, Washington
Microsoft is the enterprise backbone of this transition. It has moved beyond simple chatbots and is now building what analysts call "Intelligence Factories". While the stock has faced pressure recently over capacity constraints, underlying demand for Azure AI is reportedly still running ahead of capacity. The broader bull case is that Microsoft is moving into "Agentic AI", systems that do not just talk to users but may also execute multi-step business workflows.
Amazon is playing a long-term game of vertical integration. To reduce its reliance on expensive third-party hardware, it’s building its own AI chips in-house. Amazon Web Services (AWS) remains the primary driver of profitability, and the company is using its retail data to train specialised models that many Silicon Valley start-ups may struggle to replicate.
Palantir Technologies (PLTR), Denver, Colorado
If Micron provides the memory and Microsoft the platform, Palantir provides the "operating system" for the modern AI factory. The company has posted strong momentum, with US commercial sales recently growing 93% year over year. It’s often framed as a bridge between raw data and corporate profitability, which remains a key focus for investors in 2026.
Accenture (ACN), Dublin, Ireland
You cannot just "plug in" AI. Businesses often need to redesign processes around it, and that’s where Accenture comes in.
The company is viewed as an implementation bridge, with one analyst arguing that "GenAI needs Accenture" to move from pilot programs to production though the cautionary angle is that the AI story has not fully excited investors here yet because consulting revenue can take longer to show up than chip sales.
What could happen next?
The chart maps the three time horizons likely to shape the next phase of the AI industrialisation trade.
In the near term, markets are still reacting to chipmaker earnings, guidance, and any signs of capacity strain. Over the next month, attention shifts to the real-world inputs behind AI growth, especially power, financing, and infrastructure. By the 60-day window, the key question is whether AI spending is broadening into a wider market re-rating or running ahead of near-term returns.
Across all three periods, the focus is the same: proof. Investors are looking for signs that AI capital expenditure is translating into real demand for energy, land, and industrial capacity. That is why updates from companies tied to power and data centre buildout matter more than ever.
What could happen next — GO Markets
Scenario planning · March 2026
What could happen next
Three time horizons, three scenarios to watch across the AI industrialisation cycle
Next 2 weeks
Chipmaker reports
Possible
Market volatility continues as traders digest the latest reports from chipmakers like Micron
Upside scenario
"Bulletproof" guidance from remaining infrastructure names triggers a sector-wide relief rally
Watch for
Any mention of "capacity constraints" or "supply bottlenecks" in earnings calls
Next 30 days
Energy and rates
Possible
Focus shifts to "real economy" energy players like NextEra that power the data centres
Downside scenario
Rising oil prices from Middle East conflict act as a tax on tech margins, rotating into defensives
Action point
Monitor Fed language on rates. Higher for longer makes $650B capex bills far more expensive to finance
Next 60 days
The great dispersion
Possible
Market rewards companies with real AI revenue and punishes those still stuck in experimentation
Upside scenario
NextEra Energy (NEE) data centre announcements in late April/May trigger a utility renaissance rally
Downside scenario
An "air pocket" in profits occurs where debt-funded investment outpaces revenue gains
Watch
May reports from Texas Pacific Land (TPL) — is data centre land demand still "red hot"?
Action point
Review your portfolio for geographic diversity. The AI story is now a global power race
The psychological trap
The emotional trap many traders fall into right now is recency bias. You have seen NVIDIA and the "Magnificent 7" win for so long that it feels like they are the only way to play this. But the "obvious" trade is often the one that has already been priced in. Before acting, ask yourself: "Am I buying this stock because I understand its role in the physical AI supply chain, or because I’m afraid of missing the next leg of a rally that started two years ago?"
Disclaimer: This content is general information only and should not be relied on as personal financial advice or a recommendation to buy, sell, or hold any financial product. References to companies or themes, including AI-related stocks, are illustrative only. Share and derivative markets can move sharply, and concentrated sectors such as AI and technology may experience elevated volatility, valuation risk, and liquidity risk. If you trade derivatives such as CFDs, leverage can magnify both gains and losses. Past performance is not a reliable indicator of future performance.